Kopi

Produksi kopi Indonesia menurun di tengah meningkatnya konsumsi global dan lokal. Indonesia berkontribusi sekitar 7% dari produksi kopi global (Desember 2017 - Desember 2018), di mana 12% merupakan kopi Arabika dan sisanya 88% adalah kopi Robusta. Di tingkat global, Indonesia berada di peringkat ke 4 dalam produksi kopi global di belakang Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Namun, menurut USDA, produksi kopi Indonesia menurun sebesar 1,7% (2013-2017) dan telah menyebabkan penurunan 4,4% dalam ekspor kopi Indonesia pada tahun yang sama. Melihat situasi tersebut, diproyeksikan bahwa kopi akan mengalami kesenjangan permintaan - penawaran di mana produksi kopi global tidak dapat memenuhi permintaan yang meningkat di pasar global. Di tingkat nasional, permintaan kopi dalam konsumsi domestik juga meningkat. Berdasarkan tren produksi sebelumnya, konsumsi kopi Indonesia diproyeksikan akan melampaui produksinya pada tahun 2035, yang berarti bahwa ada kebutuhan meningkatkan produktivitas kopi Indonesia, tidak hanya untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global kopi tetapi juga untuk meningkatkan mata pencaharian petani melalui kopi yang lebih tinggi hasil yang saat ini masih jauh di bawah potensinya.

Untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani kopi, PRISMA bersama mitra bekerja untuk mempromosikan praktik pertanian yang baik, pengenalan varietas kopi cepat tumbuh dan pohon pendek, program peremajaan tanaman, serta usaha mendorong peningkatan akses pasar dan permodalan. Hingga Desember 2018, sektor kopi telah menunjukkan kontribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan keuntungan bisnis para mitra.

 

 


Per Juni 2020

11,033

IDR 17bn