Pembiayaan Inovatif

Sebuah studi Bank Dunia (2017) memperkirakan bahwa sekitar 62% dari populasi penduduk dewasa di seluruh dunia memiliki akses keuangan formal. Di Indonesia, jumlah persentase penduduk yang memiliki akses keuangan formal bahkan lebih rendah, yaitu sebesar 49%. Sektor pertanian Indonesia hanya menyumbang 6,9% dari portofolio kredit bank; sebagian besar kredit ini diberikan kepada perusahaan pertanian atau pelaku rantai pasok bernilai besar di bidang pertanian, bukan ke rumah tangga petani kecil. Beberapa alasan rendahnya akses petani terhadap keuangan antara lain disebabkan adanya keengganan dan skeptisisme dalam melayani segmen mikro pasar UMKM, kesulitan dan biaya terkait dengan akses data kredit petani kecil, dan kurangnya kesadaran akan produk dan layanan keuangan yang sesuai.

SAFIRA bekerja sama dengan mitra untuk meningkatkan akses petani terhadap layanan pembiayaan pertanian di Jawa Timur, NTB dan NTT. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan daya beli petani kecil terhadapinput pertanian berkualitas untuk dapat meningkatkan produktivitasnya.

Di fase kedua, PRISMA melalui sektor pembiayaan akan melanjutkan kerja SAFIRA untuk menciptakan perbaikan mendasar dalam bidang pembiayaan pertanian melalui peningkatan jenis dan jumlah layanan keuangan yang baik dan terjangkau.

 


Per Desember 2020

7,196

IDR 60bn