Irigasi

Irigasi membawa manfaat tiga kali lebih besar pada produktivitas pertanian dibandikan input pertanian lainnya, seperti varietas benih dan pupuk (Dokumen Desain Program TIRTA, 2014). Irigasi juga menawarkan potensi untuk (1) meningkatkan produksi dan keuntungan per hektar per tanaman, (2) meningkatkan intensitas tanam, dan (3) mengurangi risiko gagal panen, yang dapat menjadi bencana besar bagi rumah tangga pertanian kecil dengan sumber daya dan cadangan yang sangat terbatas . Delapan puluh lima persen dari total lahan pertanian Indonesia memiliki akses terbatas pada irigasi selama musim kemarau (Kementerian Pertanian, 2017).

Di fase pertama, TIRTA bermitra dengan 23 mitra swasta penyedia irigasi (pengusaha, HIPPA, G-HIPPA dan BUMDes) untuk meningkatkan sistem irigasi di 36 desa di Bojonegoro dan Tuban (Jawa Timur).

Di fase kedua, PRISMA melalui sektor irigasi akan melanjutkan kerja TIRTA untuk mendorong dan meningkatkan partisipasi serta investasi sektor swasta dalam rantai nilai irigasi untuk mempromosikan irigasi yang efektif dan efieien, promosi penggunaan energi terbarukan guna meningkatkan produktivitas petani. Sektor ini akan diperluas hingga mencapai wilayah kerja PRISMA lainnya.


Per Juni 2020

13,338

IDR 56bn