Kacang Tanah

Kurangnya lahan produksi, bibit unggul, permodalan, peralatan dan praktik pertanian yang masih tradisional, membuat produktivitas pertanian kacang tanah menjadi rendah yaitu hanya 1.31 MT per hektar dan menempatkan Indonesia sebagai negara pengimport terbesar kedua di dunia dengan pertumbuhan import rata-rata mencapai 3.7% per tahun. Selain itu, kurangnya proses pasca panen yang dilakukan oleh petani dan terbatasnya akses langsung ke perusahaan pengolahan kacang tanah membuat petani mendapatkan harga yang lebih rendah

PRISMA telah bekerja sama dengan mitra swasta dan Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi)  dalam meningkatkan jumlah dan kualitas produksi kacang tanah melalui penyediaan bibit unggul, memberikan pelatihan praktik pertanian yang baik dan penggunaan produk perlindungan tanaman yang efektif,meningkatkan pengolahan paska panen, serta akses permodalan dan pasar yang lebih baik.

Hingga Desember 2018, sebanyak 202 petani rumah tangga kecil di Jawa Timur dan NTT telah berhasil meningkatkan pendapatan hingga mencapai 239,2 juta rupiah.

Di fase kedua, PRISMA bekerja sama dengan perusahaan pengolahan kacang tanah sebagai off-taker dan semakin banyak mitra untuk dapat menjangkau lebih banyak lagi petani kecil.


Per Juni 2020

2,549

IDR 4bn