Bawang Merah

Rendahnya produktivitas Jawa Timur dan NTB sebagai produsen bawang merah nasional urutan kedua dan tiga umumnya diakibatkan oleh praktik pertanian tradisional, penggunaan benih kualitas rendah, kurangnya informasi mengenai manajemen pengendalian hama dan penyakit tanaman, serta terbatasnya gudang penyimpanan sehingga membuat petani tidak dapat menikmati keuntungan dari harga yang lebih tinggi di luar masa panen.

PRISMA bekerja sama dengan mitra dalam upaya meningkatkan ketersediaan dan penggunaan bahan pertanian yang berkualitas, pengembangan true shallot seedlings (TSS) praktik pertanian yang lebih baik, pelatihan, pengenalan teknik manajemen hama dan penyakit terintegrasi, mendorong penggunaan teknologi tepat guna, dan mengurangi penggunaan pestisida.

Hingga Desember 2018, sekitar 12.756 orang petani di Jawa Timur dan NTB merasakan manfaatnya dalam bentuk peningkatan pendapatan dengan total nilai mencapai 143,1 miliar rupiah.

PRISMA tidak lanjut bekerja pada sektor ini, atas dasar hasil analisa kinerja dan pencapaian sektor.