Strategi Pembayaran BISI-YARO Memudahkan Petani Selama Pandemi

Selama krisis COVID-19, akses ke pembiayaan menjadi aspek penting untuk memastikan kelangsungan produksi pangan. Sebagai mitra intervensi PRISMA untuk mempromosikan pembiayaan input pertanian untuk petani kecil, PT BISI International terus mengucurkan skema pembiayaan YARO yang memungkinkan petani mendapatkan akses ke kredit natura untuk pembelian benih hibrida jagung berkualitas tinggi serta menjalankan praktik pertanian yang baik (GAP). Skema ini memungkinkan petani untuk membayar setengah dari harga benih, yang secara opsional bisa dipaketkan dengan pestisida dan herbisida, kemudian menyelesaikan pembayaran setelah panen.

Di tengah pandemi ini, BISI mengelola risiko dengan cara bekerja bersama agen yang memiliki riwayat pembayaran yang baik berdasarkan portofolio petani YARO yang mereka tangani. Selain itu, untuk mengurangi risiko kredit, agen YARO dan agronomis BISI telah secara aktif berbagi informasi GAP kepada para petani dalam mengantisipasi serangan hama seperti fall armyworm (FAW) yang baru-baru ini menjadi salah satu ancaman utama dalam produksi jagung. Serangan hama ini juga mengancam peminjam dari sejumlah bank, karenanya BISI saat ini sedang mempersiapkan rencana kolaborasi dengan Bank Negara Indonesia (BNI) cabang Sumbawa Besar untuk memanfaatkan pengalaman mitigasi risiko yang baik dari YARO.

Dengan paket strategi penyeimbangan pencairan pembiayaan dengan mitigasi risiko yang baik, BISI-YARO diharapkan dapat membantu petani mengatasi masalah daya beli yang lebih rendah sehingga mereka dapat melanjutkan kegiatan produksi dan lebih jauh lagi untuk menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi COVID-19.