13 Perusahaan Memperkuat Investasi Sektor Pertanian di Jawa Tengah

Semarang, 26 Februari 2020 – Pengembangan pasar pertanian menjadi fokus pertemuan antara Kuasa Usaha Kedutaan Besar Australia, Allaster Cox dan pemerintah Jawa Tengah bersama dengan perwakilan perusahaan-perusahaan yang akan memperkuat investasi di provinsi ini.

Jawa Tengah, sebagai provinsi dengan potensi pertanian yang menjanjikan merupakan sasaran investasi perusahaan lokal maupun internasional. PRISMA, program kerja sama antara pemerintah Australia dan Indonesia memfasilitasi masuknya investasi tersebut. Tiga belas perusahaan telah berkomitmen untuk melakukan kemitraan di sejumlah sektor dan isu pertanian termasuk padi, jagung, sapi potong, kacang tanah, pupuk, dan pembiayaan pertanian.

Dalam pertemuan ini, Allaster Cox menyampaikan, “Kegiatan PRISMA di Jawa Tengah senantiasa didasarkan pada koordinasi yang intensif dengan pemerintah daerah dan mitra swasta. Saya harap terobosan yang dipromosikan PRISMA dapat memberikan keuntungan ekonomi bagi segenap pelaku pertanian, termasuk para petani di Jawa Tengah.”

Mewakili pemerintah Jawa Tengah dalam acara ini adalah Suryo Banendro, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, dan Lalu Muhammad Syafriadi, Kepala Dinas Peternakan yang merupakan mitra kerja PRISMA dari sektor publik. Turut hadir dalam pertemuan ini adalah sembilan dari tiga belas perusahaan yang bekerja dengan PRISMA. Ketigabelas perusahaan tersebut adalah PT. Agrosid Manunggal Sentosa/PT. Primasid Andalan Utama, PT. Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, Corteva Agriscience, PT. East West Seed Indonesia, KJUB Puspetasari, Agricon Indonesia, FMC Corporation, PT. Rutan, PT. Crowde Membangun Bangsa, PT. Tanijoy Agriteknologi Nusantara, CV. Semi, CV. Fermen Hipro Feed dan CV. Saprotan Utama.

Sebelum pertemuan ini, Kuasa Usaha Kedutaan Besar Australia melakukan kunjungan lapangan ke Desa Kampil, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan untuk melihat salah satu contoh kegiatan PRISMA di sektor padi. Di sektor ini, PRISMA bermitra dengan Agrosid/Primasid dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kabupaten Pekalongan untuk mempromosikan penggunaan benih padi hibrida sejak September 2019. Kemitraan antara PRISMA dan Agrosid/Primasid ini juga ditujukan untuk menyebarluaskan pengetahuan mengenai teknik perawatan tanah yang baik, terutama kepada para petani yang berada di wilayah utara Jawa Tengah, mengingat kondisi tanah di lokasi ini memiliki kadar salinitas yang tinggi.

Ayub Darmanto, Direktur Utama PT. Agrosid Manunggal Sentosa/PT. Primasid Andalan Utama (Agrosid/Primasid) mengatakan, “Walapun Jawa Tengah merupakan penghasil padi terbesar kedua di Indonesia, produksi padi masih memiliki potensi yang kuat untuk ditingkatkan. Dengan menggunakan benih padi hibrida, maka petani bisa mendapatkan hasil dua ton gabah kering panen per hektar (gkp/ha) lebih tinggi daripada padi inbrida. Kemitraan kami dengan PRISMA sangat membantu kami dalam mempromosikan benih hibrida secara lebih baik.”