Australia-Indonesia Bekerjasama untuk Memberantas Hog Cholera di NTT

Kupang, 18 Agustus 2018 

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Allaster Cox, mengucapkan selamat kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) atas upayanya memberantas Hog Cholera bekerja sama dengan Kemitraan Australia-Indonesia untuk Mempromosikan Penghasilan Pedesaan melalui Dukungan tentang Pasar Pertanian (PRISMA) selama kunjungan di Kupang pada 18 Agustus 2018.

Ditemui oleh Robert Simbolon, Penjabat Gubernur NTT dan Danny Suhadi, Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Bapak Allaster menyatakan penghargaannya atas kerja sama dari berbagai pemangku kepentingan yang dipimpin oleh pemerintah provinsi dalam memberantas Hog Cholera. Wabah dimulai pada pertengahan 2017 dan mengakibatkan hilangnya lebih dari 10.000 babi di pulau Flores (yang sebelumnya dinyatakan bebas kolera). Kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh wabah ini mencapai 25 miliar rupiah pada ribuan rumah tangga petani kecil di NTT.

Didukung oleh PRISMA, pemerintah provinsi NTT bermitra dengan sektor swasta untuk segera mengatasi masalah tersebut. PRISMA, Pemerintah NTT, dan pengusaha di pasar ternak dan babi berkolaborasi untuk mengembangkan Pemetaan Provinsi, yang diluncurkan pada April 2018 sebagai strategi untuk mencegah dan memberantas Hog Cholera. Pemetaan adalah serangkaian langkah kolaboratif yang dipimpin oleh pemerintah dan mencakup arahan pengujian kolera babi oleh para ahli kesehatan hewan; pengembangan saluran distribusi vaksin oleh perusahaan farmasi; dan pembuatan Kebijakan Strategis Pencegahan Penyakit Menular Hewan oleh pemerintah provinsi.

Sebagai hasilnya, penyebaran wabah babi telah menurun, dan penyebaran ke bagian provinsi lain telah berkurang. “Saya terkesan dengan seberapa cepat pemerintah provinsi bertindak dalam menanggapi wabah Hog Cholera. Kepemimpinan pemerintah provinsi telah mengarahkan sektor swasta dan mitra pembangunan dalam upaya terkoordinasi yang diperlukan untuk mengatasi wabah secara efektif. Sekarang saatnya untuk mendorong pemulihan dan pertumbuhan industri babi untuk mendukung ribuan petani kecil di NTT,” kata Cox.

“Kami berterima kasih atas komitmen yang ditunjukkan oleh semua pemangku kepentingan, terutama PRISMA dan Pemerintah Australia atas dukungan mereka. Bersama-sama kita dapat meningkatkan produktivitas untuk memenuhi permintaan daging babi di setiap Provinsi, dan meningkatkan NTT sebagai salah satu provinsi penghasil babi terbesar di Indonesia,” kata Danny Suhadi.