Kunjungan Menteri PPN/Kepala Bappenas ke Peternak Sapi Probolinggo

Probolinggo, 16 Maret 2019 

“Salah satu fokus pembangunan ekonomi kita dalam lima tahun ke depan adalah pangan. Kita akan mendorong produksi bahan pangan beragam untuk memenuhi kebutuhan energi dan protein masyarakat, termasuk di dalamnya produksi daging berbasis peternakan rakyat. Selain itu, kita juga harus meningkatkan nilai tambah dan investasi di sektor pertanian, sehingga pertumbuhan PDB pertanian dalam kurun waktu 2020-2024 dapat mencapai 3,87-3,93 persen,” jelas Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro pada acara Kunjungan Kerja Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Anggota Komisi XI DPR RI ke lokasi kerja Australia-Indonesia Partnership for Promoting Rural Incomes through Support for Markets in Agriculture (PRISMA) di Kota dan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada 16  Maret 2019.

Rata-rata pertumbuhan populasi sapi nasional pada 2014-2018 mencapai 3,7 persen per tahun. Dilihat per provinsi, populasi sapi terbanyak berada di Jawa Timur, yaitu sekitar 4,65 juta atau 27 persen dari total populasi sapi Indonesia. Probolinggo merupakan salah satu kabupaten dengan jumlah peternak dan ternak sapi terbanyak di Jawa Timur.

Melihat potensi populasi ternak dan produksi daging sapi yang besar Jawa Timur, PRISMA bekerja dengan para mitra untuk mendukung pertumbuhan sektor daging sapi dan meningkatkan pendapatan peternak sapi.

Hingga Desember 2018, intervensi sapi potong PRISMA bersama seluruh mitra di Jawa Timur telah meningkatkan pendapatan bagi 10.021 rumah tangga peternakan kecil dengan rata-rata kenaikan sebesar 169 persen. Dalam kurun 2016-2018, mitra PRISMA telah mengalami kenaikan penjualan pakan lebih dari Rp 30 miliar. Di akhir sambutan, Menteri Bambang menjelaskan tiga hal pembelajaran dari program PRISMA untuk dapat direplikasi daerah lain. Pertama, adanya potensi perubahan sistemik dari suatu rantai nilai komoditas. Kedua, terdapat potensi pertumbuhan jika dilakukan intervensi pada rantai nilai komoditas tersebut. Ketiga, menjangkau masyarakat miskin.