Kunjungan Wakil Duta Besar Australia ke Pamekasan dan Jember untuk Mendukung Penguatan Sektor Pertanian

Jawa Timur, 16 Juli 2019 

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Allaster Cox bertemu dengan Bupati Pamekasan, H. Badrut Tamam untuk membahas tentang kerja sama dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian di wilayah tersebut.

Bersama dengan perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten, pertemuan berfokus pada potensi kolaborasi lebih lanjut antara sektor publik dan swasta yang di fasilitasi oleh PRISMA. Di Pamekasan, PRISMA menjembatani kemitraan publik-swasta antara Dinas Pertanian dan Corteva (sebelumnya dikenal sebagai PT DowDuPont Indonesia) untuk mempromosikan penggunaan benih jagung berkualitas tinggi dan praktik pertanian yang baik serta East West Seed Indonesia (EWINDO) untuk mempromosikan benih sayuran ukuran kecil.

Pada Desember 2018, intervensi jagung telah meningkatkan pendapatan 45.603 rumah tangga petani jagung di Jawa Timur dengan total 105,1 Miliar rupiah dan pendapatan rata-rata meningkat hingga 234%. Sementara, kerjasama dengan EWINDO telah membantu Dinas Pertanian Pamekasan untuk mempromosikan program berkebun di rumah kepada kelompok-kelompok petani perempuan sebagai bagian dari agenda ketahanan pangan Pemerintah Indonesia.

Bapak Allaster Cox menyatakan dukungan dan apresiasinya, “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah Pamekasan, dan semua mitra sektor swasta kami atas kerjasama mereka dan dukungan berkelanjutan untuk program PRISMA. Kami berharap untuk melanjutkan kerjasama dengan kami di masa depan. "

Pada 19 Juli 2019, kunjungan ke Jawa Timur berlanjut ke Jember untuk mengeksplorasi hasil intervensi ARISA dalam mengkomersialkan hasil penelitian melalui kolaborasi swasta dan lembaga penelitian. Di Universitas Jember (UNEJ), Wakil Duta Besar bertemu dengan rektor, Drs. Moh. Hasan, M.Sc., Ph.D. untuk membahas kemajuan Centre for Intermediation and Innovation (CII).

Diluncurkan pada bulan Oktober 2017 dan difasilitasi oleh ARISA, CII bertujuan untuk mendukung interaksi lebih efektif dengan sektor swasta dan melihat mekanisme komersial hasil penelitian untuk meningkatkan dampak, manfaat bagi masyarakat di wilayah tersebut maupun di tingkat nasional.

 

Hingga Juni 2019, CII UNEJ telah menjadi perantara bagi 16 kemitraan dengan sektor swasta di Indonesia dalam berbagai sektor, termasuk kelapa sawit, gula, benih, tanaman perkebunan, dan pengolahan makanan. Universitas Mataram telah mengikuti jejak UNEJ dalam membangun unit perantara mereka sendiri. Kedua universitas telah diakui oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Indonesia sebagai contoh praktik baik untuk komersialisasi riset di universitas.