Mengubah rantai nilai: PRISMA bermitra dengan salah satu perusahaan jagung terbesar nasional untuk bekerja di NTT

Rantai nilai yang tidak bekerja dengan baik telah lama menjadi faktor yang menghambat pertumbuhan sektor jagung di NTT. Tidak adanya pembeli jagung berskala besar yang melakukan bisnis secara berkelanjutan di wilayah ini, pasar jagung di NTT didominasi oleh pedagang skala kecil yang memiliki kapasitas terbatas untuk menyerap dan menambah nilai produksi lokal.

Pada 25 November, PRISMA dan PT Seger Agro Nusantara (Seger) menandatangani perjanjian kemitraan untuk mendirikan stasiun pembelian di Timor, menandai evolusi lanskap rantai nilai jagung ke provinsi tersebut.

Investasi Seger di wilayah ini akan dimulai dengan menunjuk dua staf lapangan untuk melakukan penilaian awal guna menyiapkan operasi pengadaan di NTT. PRISMA akan mendukung Seger dengan strategi masuk pasar di NTT, memfasilitasi keterlibatan dengan pemerintah daerah, dan memberikan analisis biaya rantai nilai untuk mendirikan fasilitas baru di NTT. Kolaborasi pemangku kepentingan sangat penting untuk mendorong inovasi dan menciptakan dampak berkelanjutan.

Pada Jakarta Food Security Summit, 18 dan 19 November 2020, Seger lebih jauh menekankan pentingnya mendukung petani dengan akses benih berkualitas, mekanisasi dan irigasi untuk mendorong pengembangan sektor jagung di Indonesia. Komisaris Utama Seger Arief Patrick Rahmat juga menyebutkan kontribusi dan dukungan PRISMA untuk memanfaatkan potensi sektor dalam pidatonya.