Duta Besar Australia untuk Perempuan dan Remaja Putri Mengunjungi PRISMA dan Mitra Sektor Swasta untuk Berdiskusi mengenai Peran Perempuan dalam Sektor Pertanian

Perempuan memegang peranan yang penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Namun, begitu pula dengan kelompok marjinal lainnnya, mereka masih menghadapi tantangan sosial dan struktural dalam mengakses serta mendapatkan manfaat dari pasar, termasuk di sektor pertanian.

Sebagai program yang bertujuan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dengan mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, PRISMA secara aktif melibatkan petani perempuan dalam inovasi pertanian dan peningkatan pengetahuan dan praktik pertanian. Dalam kemitraan bersama Corteva Agriscience™, PT Sierad Produce Tbk, dan PT RUMA dari Gojek Group, PRISMA mengembangkan model bisnis inklusif yang tidak hanya memastikan peningkatan keuntungan bagi para pelaku pasar terkait dan petani, tetapi juga mencakup strategi yang mereduksi hambatan perempuan untuk mendapat manfaat dari sistem pasar.

Kemitraan PRISMA dengan ketiga mitra telah menghasilkan pencapaian yang membanggakan dan/atau rencana kerja yang mencakup strategi pemberdayaan ekonomi perempuan. Dengan Corteva, produsen benih jagung hibrida berkualitas tinggi, PRISMA telah bekerja untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja petani jagung di Madura melalui penerapan praktik pertanian yang lebih baik dan penggunaan benih hibrida. Pada Desember 2018, kemitraan ini telah memberikan akses bagi 6.000 petani perempuan di sektor jagung ke pembiayaan, pasar baru, informasi mengenai praktik pertanian yang baik, dan inovasi. Corteva juga aktif menjalankan bisnisnya menjadi semakin inklusif dengan menargetkan lebih banyak wanita sebagai segmen pemasaran potensial mereka.

Lalu, kemitraan bersama Sierad berfokus pada promosi pakan babi berkualitas tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT), provinsi dengan produksi babi terbesar di Indonesia. Dengan menggunakan hasil penelitian gender yang dilakukan oleh PRISMA, Sierad merekrut tenaga pemasaran teknis perempuan untuk menjangkau lebih banyak petani perempuan yang memainkan peran besar dalam budi daya babi di provinsi tersebut. Pengenalan pakan komersial juga menghasilkan praktik peternakan yang lebih efisien dalam budidaya babi dan mengurangi beban kerja perempuan dari 4 menjadi 1,5 jam per hari.

PT. RUMA (juga dikenal sebagai Arisan Mapan) menggunakan teknologi untuk menawarkan produk yang sebagian besar berhubungan dengan keperluan rumah tangga dan dapat dibeli melalui skema arisan, lalu dikirimkan ke pelanggan. Seperti halnya arisan tradisional di Indonesia, sebagian besar arisan di Arisan Mapan dipimpin dan diikuti oleh para perempuan. Dengan PRISMA, Arisan Mapan berfokus pada penambahan dan pengembangan produk pertanian ke dalam portofolio Arisan Mapan. Hanya dalam satu bulan setelah kemitraan diluncurkan pada Oktober 2019, lebih dari 100 petani telah memanfaatkan kelompok Arisan Mapan yang dipimpin perempuan untuk mengakses input pertanian berkualitas tinggi yang membantu peningkatan produktivitas mereka, mulai dari penyemprot hingga traktor mini.

Kerja PRISMA dan para mitra untuk memberdayakan peran perempuan dalam agribisnis dan rumah tangga pedesaan ini menjadi bahasan dari pertemuan makan siang dengan Duta Besar Australia untuk Perempuan dan Remaja Putri, Dr. Sharman Stone di Kantor Pusat PRISMA pada 25 November 2019. Dalam pertemuan tersebut, juga hadir Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Chris Barnes, Counsellor for Governance and Human Development dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Kirsten Bishop, dan sejumlah perwakilan lain dari Kedutaan Australia. Sejumlah perwakilan dari mitra sektor swasta turut diundang untuk berbagi informasi dan cerita tentang pencapaian saat ini dan strategi yang akan datang, yaitu Elizabeth Hernandez (Head of Government Affair and Sustainability, Asia Pacific), Prelia Moenandar (Head of Government & Industry Affairs, ASEAN), Yuana Leksana (Agronomy and New Commercialization Lead) dari Corteva Agriscience, Arlyna Simatupang (Marketing Manager) dari Sierad Produce, dan Brena Dwita Budiarti (Strategic Partnership Manager) dari Arisan Mapan.

Dalam sambutannya, Duta Besar Stone memuji inisiatif dan menyoroti peran unik perempuan di daerah pedesaan. "Kita perlu memahami peran wanita di sektor pertanian, apakah mereka hanya mengeluarkan tenaga, atau mereka membuat keputusan, atau apakah mereka adalah agen perubahan." Secara lebih lanjut, beliau menggarisbawahi peluang untuk replikasi dan pengembangan. "Jika kita memiliki beberapa strategi untuk meningkatkan kesetaraan gender di sektor pertanian, kita harus memastikan supaya dapat direplikasikan di tempat lain. "

PRISMA berkomitmen untuk meneruskan kerjanya dengan para mitra dalam mengarusutamakan penggunaan asesmen yang inklusif terhadap gender dalam penerapan bisnis yang inovatif. Hingga Desember 2018, 42% petani penerima PRISMA adalah perempuan dan program ini akan terus berupaya meningkatkan angka tersebut melalui model bisnis dan strategi yang mendukung perempuan dan kelompok-kelompok marjinal lainnya.