Memperkuat Ekonomi di Daerah Perbatasan: Sebuah Diskusi Virtual Non-Formal Antarkooperasi di Indonesia dan Timor-Leste

Krisis yang timbul akibat COVID-19 telah berdampak kepada kehidupan dan aktivitas sehari-hari di berbagai belahan di dunia, termasuk di perbatasan antarnegara. Di area antara Indonesia dan Timor Leste, pergerakan manusia dan barang telah dibatasi demi memenuhi protokol kesehatan. Disrupsi yang terjadi pada rantai pasok pangan dan kebutuhan dasar lainnya menimbulkan pelambatan ekonomi. Sebagai tetangga yang memiliki hubungan erat, Indonesia dan Timor-Leste bekerjasama untuk mengatasi tantangan ekonomi yang muncul. Melalui MoU yang ditandatangani oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenkopUKM) Republik Indonesia dan Ministerio Economia e Disenvolvimento (MED) Timor-Leste pada tahun 2010, kedua negara berkomitmen untuk memperkuat kerja sama bilateral di sektor koperasi untuk menghadapi tantangan ekonomi di masa pandemi COVID-19 dan seterusnya.

Situasi ini melatarbelakangi diadakannya diskusi informal virtual pada 2 Juli 2020 dengan tajuk "Mengisi Rantai Nilai untuk Penguatan Ekonomi Tapal Batas di masa Normal Baru COVID-19." Diskusi dimulai dengan sambutan dari Sahat Sitorus, Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor-Leste dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari kedua negara, terutama yang terlibat dalam upaya pengembangan koperasi & UMKM dan ekonomi perbatasan.

Provincial Manager PRISMA untuk Nusa Tenggara Timur (NTT), Patrisius Usfomeny diundang sebagai salah satu pembicara dalam diskusi tersebut. Dalam kesempatannya, Patris berbagi beberapa pengalaman PRISMA di sektor jagung, babi, dan unggas yang berlokasi di empat kabupaten di NTT yang berdekatan dengan perbatasan dengan Timor-Leste (Belu, Malaka, Timor Tengah Utara, dan Kupang). Beliau menyatakan, "Dengan menerapkan pendekatan Pengembangan Sistem Pasar (Market Systems Development/MSD), PRISMA dapat merangsang pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan di sektor pertanian. Kami berharap penerapan pendekatan ini dapat meningkatkan kinerja sektor komoditas yang potensial di sekitar wilayah perbatasan."

Pembicara lain yang berpartisipasi dalam diskusi ini adalah Luhur Pradjarto, Penasihat Menteri untuk Hubungan Antar-Lembaga KemenkopUKM; Jacinta Dos Santos, Perwakilan dari Kementerian Koperasi Timor-Leste; Prof. Ignatius, Pusat Penelitian Biologi LIPI; dan lain-lain. Pertemuan virtual ini akan ditindaklanjuti dengan pertemuan resmi antar kementerian antara Indonesia dan Timor-Leste untuk membahas kerja sama secara lebih lanjut. Selain itu, beberapa diskusi informal tematik juga akan diselenggarakan untuk mengeksplorasi isu dan gagasan yang diharapkan dapat memperluas kolaborasi.