Strategi Responsif PRISMA: Mengaplikasikan Sudut Pandang Inklusif dalam Menghadapi Krisis COVID-19

Krisis COVID-19 berdampak pada setiap lapisan ekonomi, termasuk para aktor pasar di sektor pertanian. Pembatasan sosial  tidak hanya telah menguji performa bisnis dari berbagai usaha pertanian, namun juga menghambat akses petani untuk menjual produk mereka ke pasar. Namun, yang seringkali tidak kita sadari adalah perbedaan dampak dari krisis ini yang dirasakan oleh perempuan dan laki-laki. Berkontribusi sebanyak 61,8% dari jumlah tenaga kerja di sektor informal, perempuan memiliki resiko yang lebih besar terhadap pemutusan hubungan kerja, terutama bagi mereka yang hanya memiliki kontrak kerja sementara atau tidak resmi. Kemungkinan buruk juga dapat terjadi pada perempuan di sektor pertanian mengingat partisipasi mereka yang besar sebagai petani, buruh tani, dan pemilik kios dan agribisnis.

Kini di saat para pelaku bisnis menyesuaikan kembali strategi mereka, PRISMA ingin memastikan bahwa para mitra kami turut memahami kendala dan peluang yang muncul bagi para perempuan, pria, dan segmen pasar lainnya. Melalui strategi responsif yang inklusif dan memitigasi risiko yang mungkin muncul di kalangan kelompok yang terpinggirkan, PRISMA dan mitra dapat terus melaksanakan intervensi secara efektif.

Bagi anda yang ingin mengetahui analisis lengkap tentang dampak COVID-19 terhadap berbagai segmen pasar di sektor pertanian Indonesia dan strategi responsif PRISMA terkait gender dan inklusi sosial, klik publikasi berikut:

PRISMA's COVID-19 Response Strategy: Applying an Inclusive Lens while Addressing COVID-19 Crisis