PRISMA Memfasilitasi Kemitraan Irigasi untuk Mengakhiri Krisis Air di Pamekasan

Petani kecil yang tinggal di daerah kering di Indonesia menghabiskan hingga 20% dari pendapatan bulanan mereka untuk membeli air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ketersediaan air akan menguntungkan petani, terutama di tahun ini ketika situasi semakin sulit dengan musim kemarau yang bisa merugikan sektor pertanian serta rekomendasi COVID-19 terkait dengan kebersihan yang ketat.

Di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, ada 84 desa dengan kelangkaan air yang mengancam keberlangsungan hidup dan mata pencaharian 74.000 rumah tangga. Sumber air bawah tanah yang dapat meringankan krisis sebenarnya tersedia, tetapi sulit ditemukan dan berada di luar kapasitas pelaku pasar yang ada di Pamekasan. PRISMA memperkenalkan pengebor sumur yang terkemuka secara lokal yaitu Rong Cuyu yang memiliki teknologi deteksi air bawah tanah yang sangat efektif kepada pemerintah kabupaten.

Dari April hingga Mei 2020, beberapa sumber air bawah tanah telah diidentifikasi di 40 desa sebagai bagian dari kontrak pertama. Pemerintah Kabupaten Pamekasan sekarang memasukkan teknologi deteksi air sebagai bagian dari strategi jangka menengah mereka (2019 - 2023) untuk menyediakan akses ke air bersih dan irigasi. PRISMA berencana untuk meningkatkan inisiatif ini dengan pemerintah kabupaten lain di Jawa Timur.

 

(Foto diambil sebelum pandemi COVID-19 di mana protokol social distancing belum diberlakukan)