PKT Inisiasi Kemitraan Multipihak untuk Mendukung Produktivitas Pertanian dan Ketahanan Pangan

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), sebuah Badan Usaha Milik Negara penghasil pupuk menginisiasi “Agro Solution”, sebuah kemitraan multipihak untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan memastikan ketahanan pangan di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam peluncuran kemitraan ini, PKT dan para pemangku kepentingan utama di sektor pertanian dari sektor publik dan swasta menandatangani sebuah Nota Kesepahaman (MoU) di Lombok Tengah pada 23 Agustus 2020.

MoU ini ditandatangani oleh Direktur Komersial PKT, Gatoet Gembiro Noegroho (Eks), Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi, dan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Husnul Fauzi. Sedangkan mitra kolaborasi dari pihak swasta antara lain BISI (produsen benih), Bayer Crop (produsen produk perlindungan tanaman), Jasindo (penyedia jasa asuransi tanaman), BNI dan PT. Datu Nusra Agribisnis (off-taker jagung).

Upacara penandatangan dihadiri pula oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah. Menyambut baik kemitraan, Menteri Syahrul menyatakan, “Kita harus memperkuat sektor pertanian dan saya berharap sinergi ini dapat terus dilanjutkan.” Syahrul juga mengungkapkan harapannya agar langkah kolaborasi ini dapat direplikasi di provinsi lain untuk mendukung cita-cita Pemerintah Indonesia dalam meningkatan kesejahteraan petani dan mendorong ketahanan pangan di Indonesia.

Memperluas praktik baik dari NTB, PKT juga telah meluncurkan program “Agro Solution” di Sulawesi Utara yang dihadiri oleh Menteri Syahrul dan Sekretaris Daerah Sulawesi Utara pada tanggal 30 Agustus 2020.

PRISMA bekerja dengan PKT dalam membangun konsep dan formasi dari kemitraan berkelanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui kolaborasi. Melalui dukungan PRISMA, PKT memegang peran utama dalam menyatukan seluruh kepentingan dari sektor publik dan swasta untuk membentuk kemitraan antarpihak. Dengan kolaborasi ini, berbagai pihak kemudian berencana membangun kerja sama dengan pihak lain untuk menyediakan akses secara holistik bagi petani ke produk PKT dan produk input lain, seperti benih, anti-hama, serta pelayanan pendukung lainnya, seperti off-taking, pembiayaan, dan asuransi pertanian. Akses ini akan membantu petani dalam mengoptimalkan produktivitas mereka, sehingga berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Bagi PKT, layanan konseling juga akan disediakan untuk membatu para petani dalam mencari solusi terhadap masalah dalam bertani yang kemudian turut mendorong loyalitas petani terhadap produk-produk PKT.