PRISMA Bermitra dengan Pemerintah Jawa Timur dan TukangSayur.co untuk Memasarkan Produk Pertanian di Masa Pandemi

Pandemi COVID-19 telah menghadirkan tantangan baru sekaligus membawa dampak negatif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk bagi para pemimpin dan dunia usaha. Hal ini juga terjadi di sektor pertanian yang secara umum mengalami hambatan akibat terganggunya rantai pasokan dan lesunya perdagangan di pasar tradisional, serta perdagangan antara UMKM dan petani, sehingga mengakibatkan rendahnya penyerapan produk pertanian.

Nurareni Widi Astuti, Kepala Sub Bidang Pariwisata, Koperasi, dan UMKM Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Timur menyatakan, "Sebanyak 80 persen sektor swasta terkena dampak pandemi, termasuk jutaan UMKM. "

Selama pandemi, pemasaran dan perdagangan daring telah menjadi solusi bagi banyak pelaku pasar pertanian. TukangSayur.co, adalah salah satu perusahaan yang menghadirkan solusi off-taking daring. Mereka mengumpulkan hasil panen para petani dan menjualnya melalui sistem agen. “Banyak konsumen yang sekarang berbelanja secara daring dan TukangSayur.co menyediakan alat yang dibutuhkan untuk mengakomodasi kebutuhan mereka,” ungkap Nurareni.

PRISMA memfasilitasi kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan TukangSayur.co. Dengan kemitraan ini, TukangSayur.co akan  menggunakan teknologi untuk menghubungkan pasar tradisional dan petani dengan konsumen akhir. Dengan ini, petani dan UMKM dapat menggunakan saluran penjualan baru untuk memperdagangkan produk mereka sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan sebagai agen atau pemasok di kanal TukangSayur.co. Inisiatif ini juga selaras dengan agenda pemerintah, yaitu menghubungkan UMKM dengan petani.

Dalam menghadapi pandemi, kolaborasi antara sektor publik dan swasta untuk menciptakan solusi inovatif dapat menjadi kunci dalam menata ulang ketahanan dan mencapai pertumbuhan di luar pandemi. “Ke depannya, jenis kolaborasi ini diperlukan karena kondisinya terus berubah dan Pemprov sudah tidak mampu lagi bekerja sendiri,” tutup Nurareni.