PRISMA dan Viamo Akan Luncurkan Program Keterkaitan Pasar di Masa Pandemi COVID-19

Upaya untuk menekan penyebaran COVID-19 telah mempengaruhi rantai pasokan pertanian. Selain pembeli komoditas skala besar seperti hotel, restoran, dan katering dan pasar basah terpaksa ditutup, layanan logistik juga terdampak secara signifikan. Sedangkan bagi petani, COVID-19 menyebabkan berkurangnya interaksi dengan calon pembeli dan terkadang mengharuskan mereka untuk menjual hasil panen dengan harga yang lebih rendah.

Dalam masa ini, banyak bisnis yang terpaksa berubah secara digital - orang-orang bekerja dari rumah, belanja bahan makanan dilakukan secara online, namun para petani Indonesia malah tertinggal. Di wilayah kerja PRISMA, telepon pintar belum begitu tersebar di mana hanya 55% petani yang saat ini menggunakan ponsel dan hanya 11,5% dari mereka dapat menggunakan internet.[1] Petani masih mengandalkan interaksi tatap muka meskipun banyak juga yang menggunakan panggilan telepon untuk berkomunikasi.[2] Selama COVID-19, dengan adanya keterbatasan interaksi fisik dan gangguan pada rantai nilai, solusi menggunakan teknologi yang sederhana menjadi sangat penting untuk mengakomodasi interaksi pasar pertanian dan membantu petani dalam melanjutkan bisnis mereka.

Menyadari hal tersebut, PRISMA bermitra dengan Viamo, sebuah usaha sosial yang saat ini tengah berkembang pesat dengan menyediakan informasi layanan publik melalui ponsel, untuk mendukung interaksi di pasar pertanian. Kemitraan ini tidak hanya akan memastikan aliran barang dan informasi ke petani meskipun ada masalah koneksi selama COVID-19, tetapi juga membantu menyelesaikan masalah keterbatan akses ke internet seluler bagi para petani.

Demi memperluas layanan 3-2-1 Viamo yang sudah ada[3], PRISMA dan Viamo akan bekerja sama untuk menyediakan hubungan pasar dan informasi pertanian untuk petani dan pedagang yang dapat diakses dengan menghubungi 3-2-1. Di Indonesia, Viamo bermitra dengan XL Axiata, penyedia layanan komunikasi melalui ponsel terbesar kedua di dalam negeri dengan lebih dari 55 juta pelanggan[4], untuk memberikan layanan gratis kepada pelanggannya, termasuk petani.

Konten pertanian pada Layanan 3-2-1 Viamo, yang dikembangkan bersama dengan PRISMA, diharapkan dapat diluncurkan dan diakses di segala penjuru Indonesia dalam beberapa bulan mendatang dan akan difokuskan pada empat komoditas yaitu beras, jagung, daging sapi, dan babi. Kemitraan PRISMA dan Viamo akan menghubungkan petani dengan calon pembali demi mempertahankan koneksi mereka di saat kondisi normal. Sistem akan mencocokkan petani dan pedagang berdasarkan lokasi dan komoditas mereka. Ketika ada kecocokan, petani akan menerima SMS berisi maksimal 5 nomor telepon pembeli yang dapat mereka kontak. Selain layanan keterkaitan pasar, PRISMA dan Viamo juga akan memberikan informasi terbaru melalui Layanan 3-2-1 mengenai restrukturisasi pinjaman sesuai arahan Pemerintah Indonesia, perubahan batasan logistik, dan informasi pertanian terkini lainnya.

Program keterkaitan pasar Indonesia 3-2-1 adalah adaptasi dari program keterkaitan pasar 3-2-1 di Nepal di mana Viamo mendapatkan hasil positif, seperti permintaan terhadap platform dan peningkatan keuntungan bagi petani. Melihat adanya potensi yang lebih besar di Indonesia, PRISMA dan Viamo meningkatkan sistem keterkaitan pasar melalui otomasi sistem demi pelayanan yang lebih baik kepada para petani dan pedagang di Indonesia.

Walaupun PRISMA dan Viamo telah memulai pembahasan kemitraan ini sebelum merebaknya kasus COVID-19, proyek ini menjadi lebih mendesak setelah timbulnya pandemi dan gangguan pada rantai nilai. Berbagai kendala yang muncul menyadarkan tim untuk selalu bergerak cepat. Di tengah masa bekerja-dari-rumah dan keterbatasan perjalanan, kemitraan ini telah sepenuhnya terbentuk secara virtual mulai dari ide awal, lokakarya desain proyek, kontrak dan implementasi yang dilakukan secara online, dengan koordinasi antara tim di Indonesia, Nepal, Zambia, Kanada, dan AS. Terlepas dari tantangan saat ini karena COVID-19, PRISMA dan Viamo telah dengan cepat beradaptasi dan berusaha untuk mendukung hubungan di pasar pertanian untuk memastikan kelancaran arus barang dan informasi.


[1] Sutas, 2018. Result of Inter-Census Agricultural Survey.

[2] Grow Asia Exchange, 2020. Driving AgriTech Adoption: Insights from Southeast Asia’s Farmers.

[3] Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan 3-2-1 Viamo, kunjungi: https://viamo.io/services/3-2-1/

[4] KOMINFO, 2018. Analysis of the Telecommunication Industry in Indonesia to Support Efficiency.