Ketahanan Pangan di Indonesia: Kemitraan Memenangkan Penghargaan Kolaborasi Nilai Bersama Tahun Ini

Dalam perhelatan tahunan “Shared Value Award” yang kelima, PRISMA dan mitra Corteva Agriscience, memenangkan ‘Penghargaan Kolaborasi Nilai Bersama Tahun Ini dari Proyek Shared Value atas pekerjaan mereka yang berkelanjutan di Indonesia dengan petani-petani jagung. Penghargaan ini diberikan kepada organisasi di Asia Pasifik yang menggunakan nilai bersama untuk mewujudkan tujuan mereka dalam mengatasi masalah sosial dan lingkungan.

Ada lebih dari 370.000 petani jagung di tiga kabupaten di Pulau Madura di lepas pantai Jawa Timur. Berdasarkan Asesmen Dampak yang dilakukan oleh PRISMA pada tahun 2017, 75% dari petani tersebut hidup dengan pendapatan kurang dari US$ 5,50 sehari.

Lebih dari tiga perempat petani tersebut menggunakan varietas benih lokal dan seringkali enggan berinvestasi pada benih yang berkualitas lebih baik. Secara budaya, mereka memandang jagung sebagai komoditas pokok ketimbang melihat potensinya sebagai tanaman komersial. Hambatan ekonomi dan sosial ini pada akhirnya menyebabkan kegagalan beberapa upaya komersial yang dilakukan oleh produsen benih swasta dan menghalangi mereka untuk mempertimbangkan Madura sebagai pasar potensial untuk ekspansi bisnis.

Dengan minimnya pendidikan dan kegiatan promosi yang dilakukan oleh produsen benih, maka petani Madura berusaha keras untuk mengakses dan mengadopsi benih jagung hibrida berkualitas, yang menyebabkan produktivitas dan pendapatan lebih rendah dari yang seharusnya. Seiring pertumbuhan penduduk Indonesia yang pesat, produksi pangan memerlukan peningkatan, dan petani memiliki kesempatan untuk meningkatkan mata pencaharian mereka melalui teknik pertanian yang lebih baik.

 

PRISMA dan Corteva Menjaga Ketahanan Pangan

Pada tahun 2016, PRISMA dan Corteva bekerja sama dalam kemitraan strategis untuk menangani produktivitas dan profitabilitas petani jagung di daerah yang produktivitas tanamnya lebih rendah dari rata-rata skala nasional, seperti di Madura.

Berdasarkan pengalaman dan kesuksesan Corteva dengan teknologi benih jagung hibrida, kedua organisasi tersebut memperkirakan bahwa jika digabungkan dengan Praktik Pertanian yang Baik (good agricultural practices/GAP), benih hibrida tersebut dapat meningkatkan hasil rata-rata sebesar 130 persen bagi petani Madura.

Dengan wawasan pasar PRISMA dan dukungan fasilitasi untuk menjangkau khalayak yang lebih luas, Corteva tidak hanya mengenalkan benih jagung hibrida ke pasar Madura, tetapi juga berkolaborasi dengan pejabat pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk mempromosikan inisiatif dan berbagi pengetahuan GAP. Kemitraan tersebut memberikan pelatihan tentang GAP jagung kepada petani dan staf lapangan pemerintah serta memperkenalkan lembaga keuangan ke rantai nilai untuk menawarkan pinjaman kepada petani.

Dalam dua tahun pertama, inisiatif ini berhasil memberikan manfaat bagi 13.589 petani setelah beralih ke benih jagung hibrida. Peningkatan hasil panen mereka sebesar 1,3 kali lipat dan telah meningkatkan pendapatan mereka sebesar 170 persen. Di sisi komersial, inisiatif ini telah berhasil meningkatkan penjualan benih jagung hibrida Corteva sebesar 278 persen.

Bagi Masiroh, seorang perempuan petani jagung di Madura yang berpartisipasi dalam program Corteva, keuntungan dari hasil panennya yang membaik tidak hanya membantu keluarganya, tetapi juga menginspirasi orang lain di komunitasnya.

“Program ini mengajari saya cara menanam jagung hibrida yang memungkinkan saya meraup untung dari kegiatan bertani saya,” katanya. “Pencapaian terbesar saya adalah mewujudkan impian putri saya untuk kuliah di jurusan teknik dan menjadi insinyur.”

“Dengan kisah sukses saya, saya telah menginspirasi 32 petani perempuan lainnya untuk bertani dengan benih jagung hibrida.”

Sebelum 2016, adopsi benih jagung hibrida di Madura hanya sekitar 10 persen dibandingkan petani di daratan Jawa Timur yang mencapai angka 90 persen. Sejak inisiatif ini dimulai, tingkat adopsi petani benih jagung hibrida di Madura telah meningkat menjadi 14 persen, di mana Corteva menyumbang 33 persen dari total pangsa pasar benih hibrida. Tim ini yakin bahwa inisiatif tersebut telah mencapai titik kritis yang akan mandiri dan berkelanjutan di masa mendatang.

Menurut Suandi Darmawan, Head of Portfolio PRISMA untuk sektor jagung, inisiatif ini akan berdampak signifikan terhadap kinerja usaha tani jagung dan semakin memperkuat ketahanan pangan di Indonesia. “Kemitraan dengan sektor swasta seperti Corteva bertujuan membantu petani mencapai produktivitas optimal dan meningkatkan pasokan biji-bijian untuk memenuhi permintaan yang belum terpenuhi.”

Dia menambahkan bahwa di beberapa daerah di negara ini, jagung merupakan makanan pokok sehari-hari.

 

Memenangkan Kolaborasi Nilai Bersama dan Langkah Berikutnya

Tahun ini, Penghargaan Shared Value memusatkan perhatian pada organisasi yang menggunakan strategi nilai bersama untuk menciptakan solusi sosio-ekonomi dan mengatasi krisis tahun 2020.

“Di tengah tahun yang sangat mengganggu bagi banyak orang dan bisnis, perusahaan dan individu yang kami kenali telah menunjukkan keberanian dan komitmen dalam cara mereka merintis perubahan positif,” kata Helen Steel, CEO dari Proyek Shared Value.

Selain dampak kemitraan, Darmawan percaya bahwa penghargaan tersebut semakin memperkuat hubungan dengan Corteva.

“Sebagai pihak ketiga, komite Proyek Shared Value mengakui dan menghargai pentingnya dan berpengaruhnya inisiatif ini, yang mencakup teknologi pertanian, strategi dan pendekatan inovatif, kemitraan itu sendiri, dan hubungan kerja dengan mitra swasta dan hasil keseluruhan kami yang telah kami capai."

Penghargaan ini diberikan pada saat PRISMA dan Corteva menganalisis cara memperluas proyek mereka di luar Pulau Madura. Dengan memanfaatkan praktik terbaik yang digunakan di Madura dalam menjangkau petani yang terpinggirkan melalui pemasaran pedesaan dan strategi inklusif, tim ini telah mengidentifikasi area-area potensial untuk meningkatkan inisiatif guna menjangkau petani yang lebih luas di tingkat nasional. Harapan mereka adalah untuk menjangkau sebanyak 57.000 rumah tangga petani pada tahun 2023.

Bagi Darmawan, ini baru permulaan: “Penghargaan ini memberi kami motivasi dan dorongan untuk terus mengembangkan kemitraan yang lebih kuat dan lebih dalam dengan Corteva dan perusahaan swasta potensial lainnya.”

Katharina Cavano merupakan penulis artikel ini yang kini menjadi Penulis Konten di Palladium. Tulisan aslinya dapat diakses melalui laman Palladium maupun lewat tautan ini.