Memahami Peran Agen Lapangan Perempuan: Hasil dan Rekomendasi Riset pada Sektor Pertanian

40% petani kecil Indonesia adalah perempuan, namun keberadaan mereka seringkali diabaikan oleh perusahaan input, petugas lapangan, serta program pembangunan. Faktanya, perempuan memegang peran yang penting dalam meningkatkan akses rumah tangga pertanian ke produk dan jasa pertanian berkualitas yang manfaatnya tidak hanya dapat dirasakan oleh petani, namun juga perusahaan.

Menyadari hal ini, PRISMA memperkenalkan sebuah model agen penjualan bagi komunitas pertanian perdesaan Model ini mendukung perempuan sebagai penjual dari produk dan jasa pertanian, dan sebagai promotor praktik pertanian yang baik (good agricultural practices – GAP) bagi rumah tangga pertanian.

Hingga kini, adopsi model ini telah semakin besar, namun beberapa faktor yang mendukung dan menghalangi pengembangan model tidak selalu dapat diketahui dengan jelas. Guna memahami faktor-faktor ini dan bagaimana mereka berdampak kepada pemberdayaan ekonomi perempuan (women’s economic empowerment), PRISMA memulai sebuah studi di tiga provinsi di Indonesia pada tahun 2020.

Bekerja dengan hampir 500 responden dan 10 mitra sektor swasta, studi ini mengamati tingkat adopsi dan preferensi petani, strategi perusahaan, serta tantangan yang dihadapi oleh agen lapangan perempuan.

Beberapa poin penting yang dihasilkan dari studi ini di antaranya:

  • Agen lapangan perempuan (women direct sales agent) memiliki tingkat kesuksesan yang tinggi: 91% dari mereka berhasil mempengaruhi petani untuk mengaplikasikan pengetahuan pertanian dan/atau membeli produk mereka;
  • Agen lapangan perempuan diharga oleh petani laki-laki dan perempuan;
  • Agen perempuan memegang banyak tanggung jawab dan memiliki latar belakang yang beragam, sehingga organisai perlu mendesain program/strategi yang sesuai dengan faktor-faktor ini;
  • Petani perempuan lebih memilih agen perempuan sebagai sumber informasi mereka.

Seiring dengan dampak yang muncul pada sektor pertanian akibat COVID-19, PRISMA melanjutkan studi ini untuk menggali lebih jauh bagaimana pandemi ini telah mempengaruhi kehidupan dan aktivitas bisnis dari agen lapangan perempuan. Studi pada COVID-19 turut melihat bagaimana perusahaan dan program pembangunan dapat merespons dampak ini sesuai dengan kebutuhan.

Melalui survei yang diadakan pada April 2020, studi ini menemukan bahwa:

  • Mayoritas dari agen lapangan perempuan mengalami penurunan pada penjualan akibat keterbatasan untuk melakukan penjualan secara door-to-door dan menurunnya daya beli pelanggan;
  • Kendati banyak agen lapangan perempuan telah beradaptasi dengan baik dengan system work from home (kerja dari rumh), namun sebagian kecil dari mereka masih merasa komunikasi secara daring kurang efektif dibandingkan pertemuan secara langsung;
  • Sebagai besar dari agen lapangan perempuan melaporkan bahwa mereka telah mendapatkan dukungan yang tepat dari perusahaan mereka untuk bekerja di tengah COVID-19. Dukungan ini berupa petunjuk keselamatan, pinjaman, dan pelatihan.

Demi membantu agen lapangan perempuan secara lebih lanjut, perusahaan dapat memperkenalkan strategi pembiayaan/pembayaran baru yang sesuai dengan kondisi daya beli pelanggan; melanjutkan penyediaan pelatihan pemasaran/komunikasi daring; dan melakukan pengawasan untuk memastikan dukungan yang disediakan untuk agen lapangan perempuan telah tersosialisasikan dengan baik.

PRISMA akan menggunakan hasil dan rekomendasi dari kedua studi ini untuk membantu mitra dan rekan lainnya untuk mendesain dan mengimplementasikan model berkelanjutan yang tidak hanya bermanfaat bagi pemasukan bisnis namun juga untuk memperkuat peran perempuan.

Hasil dari Riset Agen Lapangan Perempuan milik PRISMA dapat anda baca selengkapnya di tautan ini.

Baca versi mengenai COVID-19 melalui tautan ini.

Untuk informasi lebih lanjut dan kesempatan kolaborasi, kontak kami melalui info@aip-prisma.or.id