Latar Belakang Program

Tentang AIP-Rural

PRISMA memulai fase pertamanya sebagai program di bawah Australia-Indonesia Partnership for Rural Economic Development (AIP-Rural, 2013-2018), sebuah program kemitraan pembangunan antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia. Program ini bekerja di bidang rantai nilai pertanian, keuangan, irigasi, riset dan inovasi. AIP-Rural bertujuan untuk meningkatkan akses petani kecil terhadap pasar baru, input yang lebih baik, serta keterampilan dan teknologi. Program ini berfokus pada sektor pertanian yang memiliki potensi pertumbuhan yang kuat dan merupakan sumber pendapatan utama bagi rumah tangga pertanian kecil. AIP-Rural bekerja dengan para pelaku pasar melalui investasi bersama dalam inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja pertanian.

Program ini bertujuan untuk mencapai 30% peningkatan pendapatan bersih bagi 300.000 rumah tangga pertanian kecil pada Desember 2018.

AIP-Rural bekerja di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat dan Papua.

Empat program AIP-Rural adalah:


PRISMA fase pertama bekerja untuk memacu pertumbuhan di sepanjang rantai nilai dengan mengurangi kendala dan hambatan terhadap produktivitas, kinerja, dan akses pasar bagi petani.Pada Desember 2018, PRISMA fase 1 telah berhasil meningkatkan pendapatan bagi 320.833 rumah tangga pertanian kecil di Indonesia timur dengan total pendapatan tambahan hingga Rp 1,6 Triliun. PRISMA melanjutkan pekerjaan AIP-Rural melalui PRISMA fase kedua dan menargetkan peningkatan pendapatan bagi 700.000 rumah tangga pertanian kecil lainnya di Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, dan Papua.


TIRTA bertujuan untuk meningkatkan akses rumah tangga pertanian kecil terhadap irigasi dengan mendorong investasi dalam pengelolaan air.Hingga Desember 2018, TIRTA telah berhasil memberikan manfaat kepada 11.394 rumah tangga petani kecil melalui penyediaan akses irigasi dengan total peningkatan pendapatan sebesar Rp 47 miliar. Sektor irigasi merupakan kelanjutan TIRTA dalam PRISMA. Sektor ini berfokus untuk meningkatkan partisipasi dan investasi sektor swasta untuk membangun rantai nilai irigasi. Tujuannya adalah untuk mewujudkan penggunaan air secara lebih efisien dalam pertanian sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas petani.


SAFIRA bertujuan untuk memperluas akses petani kecil terhadap sarana pembiayaan formal dengan mengembangkan dan merumuskan rantai nilai pembiayaan. Pada Desember 2018, 9.764 rumah tangga pertanian kecil telah meningkatkan pendapatan mereka melalui akses terhadap keuangan pertanian dengan nilai total Rp 48 miliar.Sektor pembiayaan PRISMA melanjutkan kerja SAFIRA untuk meningkatkan berbagai layanan pembiayaan yang tepat dan mudah diakses. Upaya tersebut dilaksanakan melalui pengembangan produk finansial pertanian, inovasi teknologi, pengadaan dan penyediaan layanan yang lebih baik, peningkatan promosi dan pemasaran produk, serta memfasilitasi kolaborasi antara penyedia input, kios, penyedia asuransi, dan off-taker.


ARISA bertujuan untuk meningkatkan daya saing rumah tangga pertanian kecil melalui adaptasi riset, diseminasi penelitian dan teknologi baru. Pada Desember 2018, 8.868 rumah tangga pertanian kecil telah mengalami peningkatan pendapatan dengan total Rp 219 miliar melalui penerapan penelitian dan inovasi. Dalam PRISMA, kerja ARISA dilanjutkan oleh Unit Penelitian Terapan dan ditransformasikan menjadi komponen lintas-sektoral pada semua sektor. Unit ini bekerja bersama universitas dan lembaga penelitian publik terpilih untuk meningkatkan kapasitas dan mekanisme keterlibatan mereka dengan sektor swasta, serta mendukung tim sektor PRISMA dengan memberikan berbagai wawasan terkait tantangan yang makin meluas dalam penggunaan teknologi baru.


Prestasi AIP-Rural

Per Desember 2018

345,001

252%

180

IDR 682bn