Tentang PRISMA

Australia-Indonesia Partnership for Promoting Rural Incomes through Support for Markets in Agriculture (PRISMA) adalah sebuah program Kemitraan Pembangunan antara Pemerintah Australia (Department of Foreign Affairs and Trade, DFAT) dan Pemerintah Indonesia (Bappenas). Kemitraan pembangunan multitahun ini bertujuan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Australia-Indonesia Partnership for Rural Economic Development (AIP-Rural, 2013-2018), sebagai representasi fase pertama dari PRISMA mencakup empat program pengembangan sistem pasar yaitu SAFIRA (program keuangan untuk pertanian), TIRTA (program irigasi tersier), ARISA (program riset terapan di sektor pertanian) dan PRISMA sebagai program utama. Fase kedua mengintegrasikan keempat program tersebut ke dalam program tunggal dengan nama PRISMA. Merujuk pada hasil fase pertama, fase kedua berupaya untuk meningkatkan efisiensi pasar dan keuntungan ekonomi dalam rantai nilai pertanian selama lima tahun ke depan (2019-2023).

PRISMA bekerja untuk meningkatkan daya saing serta akses rumah tangga pertanian kecil kepada pasar, input yang lebih baik, keterampilan dan teknologi. Program ini berfokus pada sektor-sektor di bidang pertanian, hortikultura, peternakan dan budidaya perairan dengan potensi pertumbuhan yang baik serta merupakan sumber pendapatan bagi banyak rumah tangga pertanian di Indonesia. Di fase pertama, PRISMA beroperasi di lima provinsi di Indonesia – Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Papua Barat dan Papua. Pada fase kedua, PRISMA akan terus bekerja di provinsi-provinsi tersebut dan akan memperluas jangkauannya ke Jawa Tengah – sehingga menambah jumlah wilayah kerja menjadi enam provinsi.

PRISMA akan terus menggunakan pendekatan Pengembangan Sistem Pasar (Market Systems Development – MSD), bekerja sama dengan para pelaku pasar lainnya untuk mengatasi berbagai faktor yang menghambat produktivitas pertanian di Indonesia. PRISMA bermitra dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong perubahan sistemik dalam bidang pertanian dan agribisnis yang akan berlanjut hingga melampaui masa implementasi program.

Pada akhir fase pertama pelaksanaan program (Desember 2018), PRISMA berhasil melampaui target pencapaian dengan meningkatkan pendapatan 345.001 rumah tangga pertanian kecil hingga sebesar 252%. Di  akhir fase kedua, PRISMA menargetkan peningkatan minimal 30% pendapatan bersih bagi 700.000 rumah tangga pertanian kecil lainnya di lokasi kerja program. Kemitraan pembangunan 10 tahun antara Australia dan Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan 30% pendapatan bersih bagi total 1 juta rumah tangga pertanian kecil pada tahun 2023.